LUBUKLINGGAU, (indotimes.id) – AS, pelaku pencurian motor yang aksinya sempat viral di media sosial karena terekam CCTV, kini telah ditangkap dan menyusul temannya, Bayu, yang terlebih dahulu masuk penjara. Penangkapan AS dilakukan di rumah neneknya yang terletak di Jalan Lakitan, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
AS, yang masih di bawah umur, kini diamankan di Polres Lubuklinggau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Modus operandi yang digunakan AS dan Bayu cukup unik; mereka melempar ayam ke depan pintu rumah korban untuk mengalihkan perhatian. Saat pemilik motor tidak keluar, Bayu kemudian menjalankan aksi pencurian.
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Hendrawan, mewakili Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana, menjelaskan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Selasa, 30 Juli 2024, sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua pelaku melakukan pencurian di Jalan Darma Siswa, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dengan korban bernama Dadang Iskandar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaku AS berpura-pura melempar ayam jago ke depan pintu rumah korban,” ujar Hendrawan kepada wartawan, Jumat (2/8/2024). Setelah itu, ayam diambil kembali sambil memberikan isyarat kepada Bayu, yang kemudian mengeluarkan satu unit kunci leter T dari saku celananya. Bayu lalu merusak kunci kontak sepeda motor korban dan membawa kabur motor tersebut.
Keduanya berboncengan dengan AS yang membawa ayam jago. Setelah menerima laporan dari korban, polisi segera melakukan penyelidikan dengan menginterogasi saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk mengidentifikasi pelaku.
Pada hari Rabu, 31 Juli 2024, sekitar pukul 02.00 WIB, Tim Macan berhasil mengamankan Bayu di rumah neneknya. Dalam pemeriksaan, Bayu mengakui melakukan pencurian bersama AS.
Tim opsnal Macan Linggau kemudian melanjutkan pencarian AS di rumahnya di Jalan Lakitan, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, namun pelaku tidak ditemukan. Tim kemudian menuju Desa Kepala Curup, Kabupaten Rejang Lebong, untuk mencari barang bukti berupa sepeda motor milik korban yang telah dijual kepada Amir di desa tersebut.
“Namun, Amir dan kendaraan milik korban belum berhasil ditemukan,” tambah Hendrawan. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui melakukan pencurian barang milik korban. Kedua pelaku merusak kunci motor dan membawa sepeda motor ke Kepala Curup, lalu menjualnya kepada Amir seharga Rp2,2 juta. Uang hasil penjualan tersebut dibagi dua, dan bagian AS digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.